• 4
  • 1
  • 2
  • 33

Selamat Datang di Website MAN 1 BERPRESTASI KOTA SUNGAI PENUH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MAN 1 KOTA SUNGAI PENUH

NPSN : 10507912

Jl.Pelita IV Koto Lolo - Pesisir Bukit - Sungai Penuh - Jambi 37112


mansatusungaipenuh@kemenag.go.id

TLP : 082282895480


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web Madrasah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 46821
Pengunjung : 13134
Hari ini : 1
Hits hari ini : 2
Member Online : 30
IP : 54.161.116.225
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Cinta Fitrah Berarti Tentu Berspasi




Oleh : Ildha Elmonda

Kelas : XII MIA 2

 

Cinta itu memang fitrah dimiliki setiap insan, mulai dari cinta kepada keluarga, teman, sahabat dan yang paling mulia adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.Bagi seorang pemuda tentu lebih kental dengan kata “cinta” ini. Terkadang seorang remaja terinspiransi dari cinta dan tak jarang pula tergalaukan oleh cinta. Cinta datang dengan sendirinya menyusupi renggang hati yang tak terisi, tak bisa dielakkan karena ia adalah fitrah dari sang ilahi, tetapi bisa dibatasi ataupun ditutupi agar tak tenodai.

 

            Cinta muncul dalam hati disebab dari banyak faktor, mulai dari melihat bentuk fisikbahkan sampai melihat isi hati seseorang. Yang paling dominan dikalangan remaja merasakan cinta diawali dari pandangan, merasakan keteduhan dari wajahnya, bahkan sampai mencuri pandang menjadi hoby para penikmatnya.

 

            Melihat seseorang lalu merasakan keteduhan jiwa membuat diri bertanya sendiri, membuat diri merasakan suatu hal yang berbeda. Dari sini mulai muncul pertanyaan dengan sendirinya, mulai jiwa merasakan sesuatu hal yang rentan dirasakan. Jiwa mulai merasakan sebuah perasaan yang dengan melihatnya hati tersenyum, dan begitupun sebaliknya apabila mengetahui dari telinga ia dekat dengan seseorang, sungguh perasaan hati terhanyutkan dalam hal yang menentu, itu baru mendengar apalagi secara langsung mata melihatnya tentu lebih memiriskan hati.

 

 

            Terkadang rasa dipaksa untuk diusir dari hati sebab logika berkata bahwa diri sudah bermimpi terlalu tinggi dan hati tak ikhlas untuk patah hati. Namun terkadang hanya ketidaksengajaan ketika pemeran hati hanya kebetulan menuju pada diri, harapan kembali menyapa bagaikan bunga yang layu sudah disinari kembali. Namun, sekali lagi cinta tetap harus di bisukan dalam sepi dan berspasi agar ia tak ternodai dan tidak pernah alpa meminta pada ilahi.

 

            Cinta dalam diam memang ajaib membuat waktu seakan cepat berlalu membuat hal yang biasa menjadi luar biasa, bahkan merasakan malu sendiri ketika keadaan sunyi. tapi negatifnya seseorang yang tidak dapat mengendalikan hati akan menganggu kekhusyukan dalam ibadah nya. Astaghfirullah.

 

            Namun ketika cinta yang dikurung dalam hati tak mampu untuk dikekang lagi. Mulut mulai ikut campur bahkan menguasai diri. Cinta yang di tabung selama rentang waktu sudah tak dapat dibendung lagi dan diri mulai merasa ingin memiliki bukan lagi suatu saat nanti namun waktu sekarang ini. Ya, waktu saat dimana virus cinta mulai bereaksi pada inangnya. Entah itu siang, malam, sore, pagi, kapanpun dan dimanapun, tak kenal usia. Entahlah memang terkadang cinta bisa membuat orang jenius sekalipun menjadi tak waras, membuat anak kecil berbangga diri mengatakan bahwa dia sudah dewasa. Dan membuat orang dewasa bertingkahlaku seperti anak kecil.

 

            Dan lagi lagi hati mulai dibolak-balikkan oleh sang pemilik hati yang sesungguhnya. Entah ujian nikmat kah ataupun nikmat yang sebenar nya, memang terkadang penikmat cinta belum lihai dalam menterjemahkan hal semacam itu, ketika hati yang di tujukan mulai merespon, bayangkan saja hanya melihat nya dari kejauhan mata saja sudah bagaikan memiliki dunia beserta isi nya apalagi ketika dia merespon bahkan ia ingin menghapus spasi yang suci pelaku nya dibuat amnesia atas peraturan agama dan hakikat cinta yang sesungguhnya.

 

            Namun ketika disakiti atau mengetahui bahwa pemeran utama didalam hati juga mempunyai cinta bisu dan tuli kepada insan lain, diri mulai lagi dengan kesedihan yang menghanyutkan bahkan tanpa disadari sekalipun banyak kasus dimana hujan selalu lebat membasahi pipi lalu menyesali yang telah terjadi seringkali menanyakan diri sendiri’ kenapa aku harus jatuh cinta sama sifulan’’ atau ‘’fulan kenapa kamu jahat sekali kepadaku’’ dan sespesies penyesalan lainnya. Tak ada obat bagi pasien yang patah hati sebab hanya waktu dan ikhlaslah yang akan mengantarkan diri pada gerbang ketenangan, namun ikhlas dan menerima semua yang terjadi bukan lah semudah yang ada di dalam benak seseorang yang belum merasakannya.

 

            Perihal siwaktu dan siikhlas ketika mereka telah berteman akrab dan menyapa hati, maka saat itulah keteguhan yang ditanamkan bahwa jodoh tak akan kemana. Sekali lagi diri mulai ingin mengurus hati bukan lagi si doi. Ketika sadar bahwa meminta hanya kepada sang pemilik hati dan jiwa itulah hakikat cinta yang sesungguhnya, maka terkadang diri mulai menyemangati diri sendiri karena tak ada satu orangpun yang mampu menyembuhkan luka hati selain waktu dan keikhlasan.

 

            Saat hujan dipipi sudah teduh dan jeda waktu telah berlalu, retak hati sudah disapu. Meskipun hanya terkadang waktu suka bermain dengan sepi terkadang hati dibuat gerimis lagi. Tapi tak masalah agar akar keikhlasan semakin kokoh dan kesabaran di paksa tumbuh. Namun jarang sekali ada remaja yang berpola pikiran seperti itu pada abad sekarang ini.

 

            Tuhan maha baik, dia maha mendengar, maha melihat. maha mengetahui.Beberapa hari berlalu, jarum jam yang tak lelah berputar menjadi saksi suasana hati bahwa ketenangan sudah menyebar didalam hati lalu sang ilahi mulai menyukai diri. Menuntun seseorang yang entahlah, bahkan diri tidak selera dengan siapapun. Namun sang maha cinta menuntun sifulan pada hati. Terkadang diri hanya ingin menuruti setiap alur kehidupan yang diberikan sang pencipta alam semesta, bukan lagi menuruti alur nafsu yang setiap menit persekonnya terus berubah-ubah. Biarkan spasi membuat cinta fitrah menjadi bermakna dibalut oleh kepasrahan takdir dalam jiwa.

 

            Memang benar kata para orang-orang yang suka bersajak “terkadang sesuatu yang kita inginkan seringkali kita dapatkan setelah kita mengikhlaskannya” [ahimsa azalea]. Semoga cinta tak datang pada waktu yang salah waktu dimana hati belum mengerti, dimana hati belum mampu menterjemahkan rasa yang sesungguhnya.

 

            Untuk jiwa dan diri para pemuda yang sedang dihantui cinta, buatlah spasi untuk rasa yang muncul sekarang ini, yang hadir ketika masanya belum halal. Sibukkanlah diri untuk memperbaiki diri serta berdoa pada sang pemilik cinta abadi, agar sidia bisa dimiliki kelak disaat halal nanti dalam bentuk nikmat dari sang maha tinggi.

 

            Ukirlah spasi yang utuh pada cinta yang sekarang ini terbit dalam hati, agar tak menjadi cemeti kebodohan ataupun kehinaan yang menyesalkan diri. Membuat spasi pada cinta ini, agar ia tetap menjadi fitrah dan berarti, serta tak akan munculnya noktah-noktah yang menutupi hati. Semakin indah spasi yang diukir pada cinta saat ini, maka cinta yang hadir suatu saat nanti akan lebih berarti.

 

 

 

           

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Azramahdiya -  [Azramahdiya@gmail.com]  Tanggal : 21/02/2018
Masya allah, terenyuh hati ku membaca ini😢😢, sungguh menyentuh, buat lg y yg lebih menyentuh hati yg paling dalam.

Pengirim : Alfa deltia -  [alfadeltialc@gmail.com]  Tanggal : 21/02/2018
Lebih dari luar biasa :'v


   Kembali ke Atas