• 4
  • 1
  • 2
  • 33

Selamat Datang di Website MAN 1 BERPRESTASI KOTA SUNGAI PENUH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MAN 1 KOTA SUNGAI PENUH

NPSN : 10507912

Jl.Pelita IV Koto Lolo - Pesisir Bukit - Sungai Penuh - Jambi 37112


mansatusungaipenuh@kemenag.go.id

TLP : 082282895480


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web Madrasah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 6885
Pengunjung : 1368
Hari ini : 16
Hits hari ini : 126
Member Online : 29
IP : 54.80.227.189
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Kembali




Oleh: Anggun Mf

Kelas: XII IPA 3

 

     Segala puji bagi Allah SWT, Allah maha baik yang senantiasa melimpahkan kasih sayang dan rahmatnya untuk kita semua.

     Dalam hidup ini kita berjalan lurus kedepan dengan harapan yang tinggi, namun kita jangan pernah lupa dengan hakikat hidup kita yaitu kembali.

     Dalam hal apa saja, kita memang di takdirkan untuk kembali. Contohnya saja ke sekolah pagi-pagi sekali untuk mencari ilmu, kita akan pulang kembali pada sore hari untuk beristirahat kembali. Pun sama dengan hal hidup ini setelah letih, lelah dan penat yang kita jalani selama ini juga akan bertemu jua dengan masa yang kata nya indah jika kita menghadapinya dengan sabar dan shalat sebagai penolong kita.

     Kembali dalam KBBI berarti balik ke tempat semula, kembali kepada asalnya semula.

     Manusia diciptakan dari tanah, dan juga akan kembali kepada ... tentunya tanah. Sekencang apapun berlari, sejauh manapun bersembunyi, masa itu akan tetap hadir meski kita tidak ingin mempercayai. Lantas apa yang membuat kita enggan sekali merasa bahwa kita akan kembali?

     Karena kita lupa atau bahkan mungkin tidak mengetahui filosofi hidup kita ini, yaitu bahwa hidup adalah rahmat sekaligus ujian dari Allah SWT. Sama halnya dengan ujian-ujian yang di adakan di sekolah, dimana siapa yang mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh akan mendapat nilai yang baik dan bagus tentunya juga mendapat hadiah.Manusia juga demikian jika kita menghadapi cobaan dan ujian dari Allah swt dengan sabar maka ia akan mendapat pahala tanpa batas. Seperti firman Allah SWT (Q.S AL-BAQARAH 153) yang artinya :

     “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

     Masa kembali yang kita sebutkan diatas adalah kematian. Masa di mana nafas terhenti, jantung tak lagi berdetak, dan kita terbaring di kelilingi orang banyak. Setiap yang bernyawa kata Allah SWT akan merasakan mati. Sungguh mati itu ada rasanya bukan laksana mematahkan lidi dan menggunting tali yang bisa langsung patah dan putus langsung begitu saja, namun matinya kita ada rasanya.apa itu yang akan kita rasa? Sakaratul maut.Sekarat yaitu tekanan yang akan kita rasakan ketika menjelang kematian atau sebelum meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.

     Nabi kita saja yang sudah dijamin masuk surga pun kesakitan saat mengalami sakaratul maut, entah bagaimana rasanya jika kita uang mengalaminya nanti yang hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa.

     Semoga saja jika kita senantiasa mengingat hakitat hidup, dan tidak mudah untuk mengucapkan kata ingin mati saja dalam menghapi pesoalan hidup yang berbelit-belit di era sekarang ini, kita menjadi manusia yang senantia bersyukur dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi cobaan yang datang, sehingga kita berpikiran positif bahwa setiap cobaan akan ada hikmahnya.Dan kita menyadari tempat kita yang sebenarnya bukan di sini namun di kehidupan setelah ini.

     Dan semoga ketika kita kembali kepada-NYA kita semua dalam keadaan beriman kepada Allah dan rasul Allah,Orang disekitar kita pun ridha akan kepergian kita dan semoga jannah menunggu kita. Aamiin ya Rabbal’alamiin




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas