• 4
  • 1
  • 2
  • 33

Selamat Datang di Website MAN 1 BERPRESTASI KOTA SUNGAI PENUH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MAN 1 KOTA SUNGAI PENUH

NPSN : 10507912

Jl.Pelita IV Koto Lolo - Pesisir Bukit - Sungai Penuh - Jambi 37112


mansatusungaipenuh@kemenag.go.id

TLP : 082282895480


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web Madrasah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 6891
Pengunjung : 1368
Hari ini : 16
Hits hari ini : 132
Member Online : 29
IP : 54.80.227.189
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Sudahkah Kita Bermimpi Hari Ini?




Oleh: Putri Alvita

Kelas X Keagamaan

 

Mimpi atau impian menurut KBBI /im.pi.an/ n (barang) yang diimpikan; barang yang sangat di-inginkan. Pengertian ini mirip dengan cita-cita yaitu /ci.ta-ci.ta/ n 1.keinginan (kehendak) yang selalu ada dalam pikiran: 2. tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan). Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa impian dan cita-cita adalah dua hal yang sama. Impian atau cita-cita bisa diartikan sebagai 'suatu hal yang sangat ingin kita lakukan untuk bisa dicapai di masa depan.' Impian atau cita-cita adalah motivasi terbesar seorang pemuda untuk bekerja keras, dan motivasi terbesar seorang siswa untuk belajar dengan giat.

Kita mungkin sempat berfikir, kenapa harus terlalu keras mencapai impian? Sementara orang-orang yang tidak terlalu peduli dengan impiannya, juga banyak yang bisa bekerja. Namun orang-orang beruntung itu pasti tidak sedikit yang merasa tidak senang dan merasa lelah dalam melakukan pekerjaannya. Jika kita berhasil mewujudkan impian kita, maka tentu saja kita akan mencintai pekerjaan itu. Seseorang berkata, do what you love and you never work a day in your life.

Tapi jangan lupa, bahwa menemukan impian bukan hanya berarti mencari profesi yang diinginkan, tapi berarti menemukan jati diri. Karena impian berkaitan erat dengan bakat, hobi, dan passion, maka menemukan dan menggapai impian adalah salah satu cara menghargai diri sendiri. Dengan memiliki mimpi, kita tidak hanya menghasilkan uang yang banyak dari suatu profesi, tapi kita sekaligus menemukan jiwa kita di sana.

Ir. Soekarno berkata, "Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

Kebanyakan mungkin merasa nggak berani bermimpi tinggi karena takut jatuh. Ada juga yang tidak berani bermimpi lagi setelah mengalami beberapa kegagalan. Kuncinya ada di quotes Soekarno itu. Karena kalau kamu masih merasa sakit saat jatuh dalam menggapai impian, maka itu berarti impian kamu belum cukup tinggi. Baru setinggi pohon pisang, ya kalau gagal, jatuhnya ke tanah. Tinggikan lagi sampai rasanya impian itu sudah sampai di langit paling atas, maka kalau jatuh, kamu akan benar-benar jatuh diantara bintang-bintang.

 

Lalu bagaimana kita bisa membuat impian itu menjadi kenyataan?

Yang pertama, kenali impian kamu. Kebanyakan siswa jika ditanya tentang impiannya, mereka akan semangat menjawab, "Dokter! Polisi! Tentara! Dosen!" seakan di dunia ini hanya tersedia empat profesi itu saja. Terkadang mereka menyebutkan satu profesi karena ingin dianggap keren atau cuma ikut-ikutan. Jika benar begitu, maka kamu tidak hanya menipu orang lain, tapi juga diri kamu sendiri.

Dalam menetapkan suatu tujuan, kita harus memerhatikan bakat, hobi dan passion kita.

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Saat memiliki bakat di suatu bidang, orang akan menjadikan bidang itu sebagai hobi mereka.

Hobi adalah kegiatan yang disukai untuk dilakukan di waktu luang, dan dilakukan berkali-kali. Seseorang yang memiliki hobi akan pula menjadikan hobi mereka sebagai passion.

Passion adalah sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya. Passion adalah dimana kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai itu. Dan passion inilah yang membuahkan suatu impian.

Kenali dirimu, mantapkan tujuanmu.

Kemudian selanjutnya, strategi. Seperti yang penulis bilang sebelumnya, cita-cita adalah motivasi terbesar seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Kita sebaiknya banyak bertanya pada diri sendiri. "Cita-cita saya menjadi pendakwah, kenapa saya masuk SMA bukannya MA?" atau pertanyaan seperti, "Cita-cita saya seorang ahli sejarah, kenapa saya masuk jurusan IPA?" Jika kamu merasa telah memilih pilihan yang salah, maka segera beralih. Jika sudah tidak bisa, maka kamu harus merelakan impian kamu berpotensi untuk mengalami kegagalan. Karena strategi yang sudah salah sejak awal akan menyebabkan kesalahan-kesalahan berikutnya.

Jika kamu benar-benar bertekad bulat untuk bisa mencapai impian, maka ingatlah bahwa the secret of your future is hidden in your daily routine. Jika kamu rajin, optimis, tekun, dan kerja keras, maka insyaallah masa depanmu akan cerah. Namun jika sebaliknya, maka masa depanmu juga akan suram. Ini suatu kepastian yang tidak dapat dibantah.

Allah SWT berfirman :

...إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ...١١

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q.S Ar-Ra'ad : 11)

Terakhir, pantang menyerah. Gagal bukanlah akhir dari segalanya. Semakin banyak kamu gagal, semakin banyak pula kesempatan lain yang terbuka untuk kamu.

Allah sudah berjanji dalam Al-Qur'an yang mulia :

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥ إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا ٦  فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ ٧  وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب ٨

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Q.S Al-Insyirah : 5-8)

So, keep trying!

Satu lagi yang harus dipahami. Memiliki sifat optimisme yang tinggi merupakan kunci kesusksesan dalam menggapai cita-cita. Tapi harus diingat, tidak memiliki rencana cadangan sebagai bukti ke-optimis-an juga kurang tepat. Kita tetap harus menyadari bahwa yang sedang kita bahas disini adalah impian. Ingat, 'impian' bukan suatu kepastian yang akan terjadi hanya dengan usaha keras, tapi juga dengan campur tangan Yang Maha Kuasa.

Jadi, yang ingin saya sampaikan di sini, bahwa impian adalah tujuan hidup di masa depan, dan only you can control your future. Dan kunci mengontrol masa depan adalah dengan mengontrol hidupmu sekarang. Who control the past controls the future.

Sudah punya impian? Do it now!

 

 putriall.blogspot.co.id

 IG : putri.alvita




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas