• 4
  • 1
  • 2
  • 33

Selamat Datang di Website MAN 1 BERPRESTASI KOTA SUNGAI PENUH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MAN 1 KOTA SUNGAI PENUH

NPSN : 10507912

Jl.Pelita IV Koto Lolo - Pesisir Bukit - Sungai Penuh - Jambi 37112


mansatusungaipenuh@kemenag.go.id

TLP : 082282895480


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web Madrasah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 17751
Pengunjung : 4541
Hari ini : 9
Hits hari ini : 18
Member Online : 31
IP : 54.161.45.156
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Mutiara Dunia Akhirat




OLEH : ANNISA FITRI

KELAS XII IPA 4

 

            Harta paling berharga dan permata paling mulia sebuah ungkapan yang tertidur pada setiap wanita, tertanam dan menunggu untuk dipancarkan pada dunia. Namun tentu saja tidak semua wanita bisa menjadi mutiara paling indah. budi pekerti, ucapan yang ia lontarkan dan kepribadiannya haruslah mencerminkan al-qur’an dan hadis atau sering dipanggil sholehah

 

            Mutiara dunia itu bukan ia yang sekedar memakai baju longgar atau ia yang memakai hijab yang menutupi sebagian tubuhnya dan bukan juga ia yang menutup dirinya dari pengaruh dunia karena jika kita melihat dengan pandangan yang teliti kebanyakan an-nisa zaman now menjadikan hijrah sebagai tren masa kini na’uzubillah himinzalik.

 

            Jangan sampai kita menjadi salah satu followers setia! Hanya karena tetangga sebelah memakai hijab kita juga ikut berhijab atau karena melihat banyak artis-artis yang lagi buming-bumingnya memakai gamis, berbusana ala muslimah kita memdadak jadi ustazah dalam waktu satu malam. Akan tetapi seiring berlalunya waktu bergantinya tahun semua itu menjadi sesuatu yang tidak lebih dari sekedar makanan basi yang harus segera dibuang.

 

            Untuk apa semua itu kau kerjakan jika pada akhirnya ia digantingan dengan fashion kekinian barumu, untuk apa kau longgarkan bajumu jika imanmu juga ikut longgar, untuk apa kau tutupi tubuhmu jika hatimu tidak ikut tertutup dan pada akhirnya semua itu hanya menjadi ladang dosamu yang baru, tidakkah kau mengerti itu?.

 

            Untuk apa kau hijrah jika semua itu mendorongmu membentuk geng baru, amal yang seharunya menjadi buah dari keridhowan tuhan kau rubah menjadi ajang perlombaan status “calon menantu idaman / calon istri sholehah” apa kau tau ungkapan itu tidak akan mengubah apapun karena meski kau mengumumkan pada dunia hingga luar angkasa bahwa kau adalah wujud dari khadijah, rengkarnasi dari fatimah atau keturunan dari rasulullah tetap saja semua orang akan tetap menilaimu dari apa yang kau perbuat bukan apa yang kau ucap.

 

            Sesuatu itu mungkin bisa kau beli dengan uang namun hidayah tidak bisa turun hanya karena kau melemparkan uang keatas, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kau dapatkan hanya karena kau umat islam akan tetapi bukan berarti kau hanya menunggu hidayah turun untuk melakukan sesuatu kebaikan karna hidayah tidak turun pada orang yang menunggunya.

 

            Sebuah hidayah itu turun pada siapa saja yang mencarinya, seperti kriteria seorang mutiara muslimah yaitu yang apa apabila membuka mulutnya menyejukkan hati yang mendengar, yang apa bila melangkahkan kakinya menebarkan salam pada semua orang, seseorang yang apabila berpakaian menyegankan mata yang memandang

 

            Bukan hanya itu, seorang mutiara itu hendaklah mengerjakan assunah disamping mengerjakan kewajibannya sebagai seorang an-nisa sehingga ia tidak perlu mengatakan bahwa ia adalah sosok kebaikan karena semua orang sudah tau dengan sendirinya, semua orang sudah mempunya nilai tersendiri untuk dilihatkan dan cara tersendiri untuk menunjukkan.

 

            Lalu bagaimana dengan mutiara akhirat?? Maka jawabannya sudah jelas yaitu an-nisa yang ingin sekali bertemu dengan yang maha kuasa, yang senantiasa rindu kepada rasulnya dalam berselawat, mengimpikan bertemu dan bertatap muka dengan rasulullah di akhirat nanti dan berharap menjadi salah satu hamba yang dicintai pencipta.

 

             Dan lalu bagaimana dengan muriara dunia akhirat? Maka jawabannya sudah ada diatas yaitu mutiara dunia yang ikut berperan dalam berkembangnya zaman namun selalu merindukan akhir zaman, mutiara dunia yang juga merasakan apa itu cinta namun tidak mengurangi cintanya pada yang maha kuasa.

 

            Itulah garis besar makna dari sebuah ungkapan yang bukan sekedar ungkapan saja “mutiara dunia akhirat” apa kau sudah menjadi salah satunya? Satu hal yang pasti jangan menjadi salah satu penunggu setia hidayah JJJJJ semoga bermanfaat yaah!!




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas